Ulang tahun ku

Hari ini sama seperti kemarin… kemarin… kemarinya lagi… sibuk, bangun pagi , beres beres, masak buat anak anak dan keluarga tercita, namun ada sedikit perbedaan dari biasanya, hari ini aku merasa dudah demikian lama hidup namun apa yang sudah aku buat untuk hidupku…. tiba2 pertanyaan itu menyeruak begitu saja, apa ?// itu karena sepagi ini  aku mendapat begitu banyak ucapan ulang tahun dari banyak orang, temen2 tersayang adikku, kakakku, bahkan tadi pagi2 sekali ibuku sudah menelponku hanya untuk mengucapkan ” selamat ulang tahun anakkku dan doa panjang yag tak pernah berhenti Ibu panjatkan  sepanjang waktunya, untukku dan untuk semua putra putrinya “.

Hari ini aku merasa begitu terharu,… sedih…, dan bersyukur karena Allah masih memberiku kesempatan  untuk menghirup udara pagi, memberiku kesempatan untuk berada di antara orang2 yang saling menyayangi, mengasihi, juga berada dalam hidup yang penuh limpahan rejeki, anak2 yang sehat… juga ada suamiku yang begitu mencintaiku. namun apa yang sudah aku lakukan buat mereka semua..?

Hari ini ketika ulang tahunku, ada pada angka yang sudah tidak sedikit lagi.. ternyata aku belum melakukan apa apa, yang bisa membuat orang lain bangga padaku,… apa aku masih di beri kesempatan ?….pertanyaan itu mengelitikku sepanjang hari ini…. sementara waktu terus merambat naik untuk mencetak hari yang lain, dari mana aku harus mulai…? apakah ini sudah terlambat buatku…?

Komentar bertahan »

Diantara bintang

Diantara bintang aku lihat senyummu, terang menyentuh rinduku, mengurai porandakan imajiku.

Diantara bintang aku juga lihat dukamu , menusuk perih dalam jiwaku uluran anganku ak kau sambut… bagaimana bisa aku mungusap duka itu.

Diantara bintang aku aku juga lihat harapmu, meringkuk kaku karena belenggu. bagaimana aku bisa rengkuh kamu jika awan melindungimu.

Diantara bintang aku juga lihat matamu.., redup….tanpa nyalka seperti dulu. bagaimna bisa aku kirim bara ke sana , jika selaput mendung tak kau sapu. Diantara bintang aku lihat semua adamu, yang penuh ribuan kabut…. jutaan kalut. bagaimana aku bisa menemanimu, jika harapku tak kau jemput.

Diantara bintang aku ingin engkau bersinar seperti dulu… penuh rindu…. penuh mimpi….. dan penuh harap…… Hingga langit nampak penuh cahaya…….. Dan malam senyap dengan  Doa. (untuk adikku tercinta )

Komentar bertahan »

Bulan

Melingkar bulan dalam tabir , menungguku mencium wangi malam dengan harapan

Ketika aku mulai Berani lagi menyebut NamaMu dengan bibir bergetar..

 serasa bulan semaklin kecil meringkuk dalam pelukan bintang bintang… 

Aku yang selalu mengadu ketika terjatuh…. menangis ketika teriris…… adakah bulan itu juga tahu, atau juga begitu……

Bulan itu.. masih tetap milikmu… sama , seperti aku yang juga selalu jadi milikmu…

Hingga nanti… Ketika bulan tak sudi lagi meringkuk , pun tetap akan jadi milikMu

Komentar bertahan »

ketika aku mau

Dalam hidup yang sudah ku lalui selian angka hingga pada anggak dengan kepala 4 serasa apa yang ada dalam hatiku masih terasa sangat menggebu dalam menanggapi segala sesuatu yang nampak di depan mata atau yang terasa bergetar dalam jiwa yang jauh tersembunyi,apakah ini normal atau tidak kadang aku bertanya juga  dalam sebuah perenungan singkat ketika apa yang menggebu itu sempat membuat seseorang merasa terusik , atau tersentil harga dirinya. Namun yang jelas tak terbesit sedikitpun apa yang ku mau itu sengaja untuk membuat seseorang tersinggung , semua yang ku mau sebenarnya hanya karena aku tak tahan sekali lagi sama sekali tak tahan melihat apa yang di depan mata tidak sesuai dengan apa yang seharusnya, hal hal kecil yang bagi orang lain bukan merupakan masalah , bagiku bisa menjadi hal yang ku rasa sangat besar jika sudah menyangkut kesengsaraan atau setidaknya hal yang membuat orang susah makin menjadi susah. tetapi kadang tindakanku , kemauanku justru  makin menyusahkan , tapi tentu saja bukan untuk orang yang susah tersebut namun justru berbalik ke padaku , bukan susah yang sama  sebenarnya tetapi lebih opad tingkat sakit hati. lucu juga bukankan apa yang ku mau sudah ku dapatkan, melihat orang yang susah sedikit bisa tersenyum ,namun kalau di pikir sakit hatiku adalah apa yang ku pilih selebihnya adalah tetap karena ada orang yang tidak punya nurani yang ku temui dan menggunakan kekuasaan atau rejeki dari tuhan hanya untuk dirinya sendiri. Aku harap siapapun yangmembaca ini tidak binggung atau berkomentar banyak , apapun.. iiyang ini adalah mauku.. Ok/

Komentar bertahan »

seikat lily untuk hatiku

Samar samar, masih kudengar penggalan syair lagu yan demikian menyentuh kalbu, lagu dari PADI kasih tak sampai, tetaplah menadi bintang din langit… agar aku …… ah bagaimana bunyi syair keseluruhan tak mampu ku dengar lagi namun yan  jelas lagu itu begitu ku sukai syairnya iramanya juga gak elek elek amat, lambat laun sama sekali tak kudengar lagi suara itu tertutup suara derak dari atap yan tertimpa tumpahan air langit… yang makin lama makin keras , karena sudah demikian derasnya, di seling dengan suara guntur dan kilatan cahaya kilat yang tak henti hentinya, pagi yang sungguh membuat sebagian orang engan beraktifitas, kecuali aku apapun keadaan cuaca tetap mengharuskan aku untuk  melakukan pekerjaan ini jika tidak ingin kelaparan seluruh keluargaku, aku sadar diri karena nasip keluarga ini  sepenuhnya bargantung dari rajin tidaknya tanganku bekerja, bagaimana tidak di rumah ini tinggal aku yang bisa di andalkan setelah kematian Abi, dua adikku masih terlalu kecil untuk mengerti bahwa rejeki harus di cari, sedang Umiku , aku sudah tak tega melihatnya bekerja keras, beliau sudah harusnya istirahat ,karena tempaan hidup yan demikian berat membuatnya nampak sudah demikian tua melebihi usia yang sebenarnya. Hujan masih deras mengguyur bumi dan pagi ini aku harus mengantarkan pesanan kue ini ke kantor dinas pariwisata daerah untuk jaminan rapat atau apalah  aku tidak begitu tahu yang jelas kantor telah mengorder  tujuh puluh lima kotak kue, yang  masing masing kotak berisi tiga macam kue , dan kotak nasi dalam jumlah yang sama, persiapanku hampir selesai ketika umi masuk ke ruangan ini tempatku menata pesanan kantor itu, Umi masuk membawa secarik kertas yan nampaknya sepucuk surat. tanpa berkata beliau menyerahkannya padaku, “dari siapa ?’ Umi tak menawab namun ada sesungging senyum penuharti arti, ” bacalah setelah kamu antar semuanya ” kata beliau setelah menatapku sekilas dan tahu bahwa ada rasa penasaran yan syarat di mataku. Aku mengangguk., kuambil payung yang ada di balik pintu  terantung pada sebatang paku hias souvenir pernikahan salah satu sepupuku, bergegas aku memasukkan semua pesanan kue dan nasi kotak kedalam mobil pick up yang bagian belakang sudah tertutup terpal lumayan untuk melindungi pesanan yang sudah ku kemas demikian rapi dalam wadah plastik dengan warna menarik,… aku mengantarkan pesanan dengan di antar pak maman tentanga sebelah yang selalu membantuku jika ada pesanan seperti ini mobil yang ku gunakan ini uga ku peroleh dari hasil pekerjaanku dengan cara mengambil pinjaman Kredit lunak dari sebuah Bank pemerintah, lumayan ini sangat membantuku mengembankan usaha, selain pak Maman ada beberapa oran lagi yang membantuku satu orang saudara sepupuku dan seoran tetangga, mereka berdua adalah tenaga di dapur yang bertugas membantu menyiapkan embuatan kue atau masakan sesuai pesanan, pada bulan bulan tertentu adalah hari yan ramai presanan oran yang membantu pekeraan ini aku tambah. Mobil mulai bergerak meninggalkan rumah menuju kantor dinas itu dan huan sepertinya mulai berkuran derasnya tingal satu dua tetes tetes air yang menetes, ku tatap langit yang nampak masih menyimpan ribuan kubik air yan belum tuntas tertumpahkan ke bumi ini,aku menghela nafas… kenapa musim huan ini nampak demikian lama berakhir…, dan akhir bulan ini aku sudah harus menyelesaikan salah satu hal yang sangat penting dalam hidupku, kalo huan terus pasti ini akan cukup mengganggu, teringat masalah pekeraanku aku teringat akan sepucuk surat yan di berikan Umi tadi , surat dari siapa yaa…? Menyesal aku tidak melirik alamat pengirimnya tadi, ahbiarlah aku tak akan memikirkannya, yang pentin pekeraan ini selesai dulu, samar samar gerbang kantor itu sudah nampak di depan mata. Akhirnya selesai jua tugasku hari ini ketika pak Maman memasukkan mobil ke halaman rumah. baai berlari aku masuk kamar dan mencari selembar benda tipis berwarna putih yang tadi ku letakkan di atas meja rias, ku lirik alamat pengirim, Jo0gya…… hm…. sebelum ku buka aku mencoba bersikap tenang , karena sudah lama sekali aku melupakan surat suratan sejak saat itu, aku …. ku putar kembali MP3 yang memuat lagu hasil downloud dari internet tentu saja lagu yang aku sukai semuanya. sambil merebahkan pungung ke sandaran kursi di sisi tempat tidur ku buka amplop tanpa nama pengirim , hanya alamat. dan secarik kertas putih bersih yang di pojok atasnya terdapat gambar bungga lily putih kesukaanku cantik sekali dan mataku menelusuri tulisan rapi yang ada di situ tulisan yang membuat jantungku mau meloncat keluar, tulisan yang bertahun tahun lalu begitu ku kenal perhurufnya……sekelebat bayangan , mata elang sorot mata tajam menusuk , dan senyum yang demikian dingin, ahh nama itu , yang selalu membuatku  kehilangan keseimbangan jika mengucapkannya, kenapa sekarang muncul lagi dalam kehidupanku……..(bersambung)

Komentar (2) »

Epesode yang tertinggal

Kenapa kamu menatapku seperti itu “, aku sedikit salah tingakah dengan tatapan yang demikian menusuk , aku tak menduga bahwa apa yang kukatakan akan membuatnya menatapku seperti itu,  tatapan yang seakan akan ingin menelanku, tatapan yang penuh dengan kemarahan Kalau saja tadi aku bisa menahan diri untuk tidak membicarakan masalah ini mungkin saat ini kita masih bisa menikmati sore yang menyenangkan, sore yang penuh cerita menyenangkan tentang hari hari yang kamu lalui sepanjang pagi hingga petang saat kamu tidak ada di sisiku,Namun segala sesuatu tidak bisa di putar ulang , kata itu sudah terlanjur aku ucapkan kata yang tak ku duga akan melukai hatimu, dan mengusik masa lalumu, aku minta maaf…..Sesungguhnya aku tak menduga bahwa pertemuanku dengan seorang teman lama yang bertahun tahun tak ketemu akan menyebabkan semua ini, temanku membawa kabar tentang seseorang yang duluu sekali pernah mengisi hari hariku dengan aneka warna keceriaan, bermacam macam harapan , dan berbagai persoalan sekali gus. terus terang aku pernah begitu berharap padanya, pernah begitu mengasihinya dengan seluruh rasa yang ku miliki….temenku membawa cerita tentangnya yang sudah lama tersimpan rapi tak terusik ada dalam lipatan kenangan masa lalu, dan sunguh  aku sama sekali tak menduga itu akan terbuka lagi setelah sekian lama aku melupakan dan ada bersamamu memulai hidupku yang benar benar penuh suka cita. Cerita tentangnya , Dia yang kini tinggal ratusan kilometer dariku sepulang dari kembaranya , telah pula memiliki kehidupan sendiri dengan orang lain yang sama sekali tak kukenal, bukan orang yag dulu merusak seluruh rencana indahku dengannya. orang yang ini adalah seorang yang usianya jauh di atas usiaku…, dan cerita yag terbawa adalah bahwa dia sama sekali merasa tidak bahagia bersamanya karena berbagai macam alasan, dan dia menyesal telah meninggalkanku,dan melukaiku sedemikian dalam.., Ah kenapa harus kudengar ini setelah sekian lama,, ketika aku sudah memiliki kehidupan yang baru dan sama sekali tak berhubungan dengannya, seperti membuka luka lama…. aku mengingatnya kembali , namun untuk apa…. sekedar mengingat…bagaimanapun dia pernah mengisi hidupku, menorehkan berjuta warna sekaligus meninggalkan rasa sakit. Tetapi denganmu…. aku adalah ratu tanpa mahkota yang selalu bertakhta di hatimu itu cukup…. karena kesabaran, ketulusan dan pengertianmu aku memilih untuk menikmati seluruh sisa hidupku di sampingmu. Tetapi kini kenapa kamu tidak lagi mempercayaiku hanya karena aklu mengatakan bahwa dia datang dan ingin bertemu denganku.., kenapa tidak engkau dengar seluruh ceritaku terlebih du lu. Cinta…. apapun ku harap kamu tidak memarahinya atau marah padaku kerena sesungguhnya dia hanya masa lalu, dan tidak akan pernah menjadi masa depan, dia hanya seseorang yang pernah lewat dan singgah sebentar dalam hidupku. Kini seluruh ruang di hatiku tak tersisa sedikitpun untuk yang lain selain kamu… bagaimana mungkin…ku mohon jangan marah….. jangan memandangku seperti itu. Sore terus beranjak suara binatang malam mulai bernyanyi dan bintang di atas langit juga mulai berkelip seolah mengajakku untuk menari menikmati malam yang demikian tenang dan indah.  dengan ketenangan yang luar biasa kamu mengngenggam tanganku memasuki resto sederhana yang kupilih untuk menjamu dia yang baru datang , seperti mendapat kekuatan yang berlaksa laksa akhirnya aku pun mampu memasuki ruang yag tertata begitu rapi dan cukup menyegarkan mata sederhana dan klasik cahaya lampu dari tiap sudut ruang mampu menerangi seluruh ruang dengan baik, di sisi kanan dan kiri dindingnya terpasang beberapa lukisan dari pelukis lokal yang cukup serasi dengan warna cat yang ada, aku memilih meja di ujung belakang agak terlindung dari pengujung lain karena terhalang sebuah pot besar dengan gelombang cinta bertenger megah hampir setingi  tubuhku karena potnya bertumpu pada sebuah meja kecil,  sebuah kursi di tarik untukku.., tamuku ternyata belum hadir jadi masih ada kesempatan bagiku unuk menata perasaan, Akhirnya… setelah sekian tahun aku akan menemuinya lagi, ku rasa ada sedikit perasaan gugup dalam hatiku dan karena kekuatan yang kamu alirkan lewat pandangan matamu aku merasa lebih baik, Akhirnya kamu mau mengijinkanku menemuinya setelah aku jelaskan bahwa tidak akan merubah apa apa walau aku ketemu dengannya.  waktu terasa merambat demikian lambat, seperti apa dia.. apa yang harus aku katakan pertama kali, bagaimana jika tiba tiba aku ….. ahc….tanganku terasa begitu dingin… Akhirnya jam 7.30 dia kulihat memasuki ruang ini dan…. sungguh tak banya yang berubah dari penampilanya, terbukti dapat dengan mudah ku kenali dia saa baru masuk. tiba2 jantungku berdetak demikian cepat… inikah orang yang duku begitu aku harap, yang dulu begitu aku cinta, yang dulu begitu membuatku sakit hati dan tak dapat mempercayai seorang laki2pun dalan jangka begitu lama, hingga kedatanganmu, aku menyerah ternyata masih ada orang yang begitu mengasihiku apa adanya. dengan langkahyang masih begitu ku kenal dia memasuki dan mendekati meja di mana kami berdua telah duduk lebih dulu.. kami berdua berdiri untuk menyambut tamu yang sempat mebuatmu begitu cemburu beberapa hari ini. Dia datang sendiri tanpa istrinya, aku menyambut  uluran tangannya terasa begitu dingin dan aku masih gemetar , beberapa saat aku biarkan tanganku ada dalam genggamannya ,dan buru buru aku tarik ketika aku menyadari ada orang lain . Dalam cahaya lampu nampak dia demikian kurus , dan dalam sorot mata itu ku lihat kelelahan yang syarat, inikah orang itu… yang dulu dengan mudah meninggalkan aku karena alasan yang di cari cari. badai apa yang membuatnya nampak demikian tidak bahagia…, ach itu bukan urusanku lagi dia hanya masa lalu, dan kamu yang di sebelahku saat ini yang begitu mengasihikulah yang harus aku perhatikan perasaannya bukan dia yang bukan siapa siapaku. setelah duduk dan berbasa basi sebentar akhirnya dia minta ijin padamu untuk bisa bicara  berdua denganku, aku menolak tapi kamu mengijikanku tanpa kemarahan, tanpa kecurigaan, nampaknya kamu begitu mamahaminya,perasaannya. ” Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan puluhan tahun yang lalu ” suara itu nampak begitu tertekan. ” aku sudah memaafkanmu sejak dulu tanpa kau minta ” jawabku agak ketus kerena aku ingat bagaimana dulu dia menghilang begitu saja tanpa mengatakan apapun walau sekedar selamat tinggal. ” kenapa kamu menemuiku lagi. untk apa ?” Sungguh aku hanya ingin minta maaf”, Dan mengalirlah semua cerita tenang hidupnya selama kami tidak bertemu. dalam dia bercerita sesekali aku merasa dia menatapku sedemikian ,seperti dulu… aku tidak boleh larut dalam irama perasaannya, dia bukan lagi untukku . Ternyata kepergianya dulu bukan atas kehendaknya atau kesengajaan untuk meninggakkanku ada beberapa alasan yang baru ku ketahui aku tersentak dan itu membuatku lunglai namun  aku tak bisa mundur kebelakang , semua sudah terjadi , kini aku tahu bahwa dia tak seburuk yang ada dalam kenanganku kemarin, Beberapa saat dai menatapku demikian tajam penuh perasaan yang sulit ku terjemahkan apa maknanya yang jelas itu hampir membuatku menangis, cepat2 ku panggil kamu, dan dia pamit mau pulang dan kini mengucapkan selalmat inggal , kamu memelukku keluar sambil mengantarkannya keluar, tiba tiba seperti ada yang terlepas dan hilang dari hidupku aku tidak tahu apakah itu, dan kamu terus membimbingku kembali masuk kedalam untuk menyelesaikan administrasai atas jamuan tadi. Dalam perjalanan pulang tak banyak yang ku katakan dan kamupun tak banyak bertanya tentang isi pembicaraan kami tadi . Cukup aku yang tahu…. bahwa…… namun itu ak akan merubah apapun yang ada di antara kita. Terima kasih cinta kamu kembali ada untukku , untuk menyelesaikan satu episode perjalananku yang tertinggal, reflek aku cium suamiku tercinta dengan seluruh perasanku. Beberapa hari setelah pertemuan kita bertiga aku dapat surat  dengan stempel ausy , jauh sekali…. aku tak menyangka itu darinya singkat isinya ” thanks, jika aku pergi lebih jauh lagi aku akan pergi dengan tenang karena kamu ada dalam tangan yang tepat, biarkan aku tetap ada bersembunyi di sudut hatimu” . KUlipat surat pendek itu dan aku taruh sekenanya karena aku tahu kamu tak akan cemburu lagi, aku sudah memutuskan. terma kasih cinta atas pengertianmu sepanjang hidupku.

(ini hanya cerita rekaan dan fiktifku, aku masih belajar jadi mohon bantuannya untuk kasih masukan )

Komentar (3) »

WANITA dalam KESEMPURNAAN

Menjadi seorang ibu adalah kebahagia setiap wanita di manapun , di belahan dunia manapun terkecuali untuk wanita tertentu ayng punya faham anti feminisme barangkali puya anak adlah hal yang merepotkan ataumennganggu, namun bagi kebanyakan seorang wanita menjadi seorang ibu adalah impian, harapan, kebahagiaan tak terhingga, terbukti dalam banyak hal mereka akan berusaha dengan segala cara untuk mendapatkannya ketika mengetahui bahwa ketika sudah waktunya mereka menimang dan memperolehnya namun yang di nanti tak juga kunjung hadir maka yang mereka lakukan adalah menjalani berbagai cara dari medis sampai alternatif ,tak peduli berapa banyak biaya yang mereka keluarkan untuk mendapatkan seorang anak dan mendapat panggilan IBU. Karena belum sempurna sebutan seorang wanita jika sudah waktunya belum di panggil Bunda oleh buah hatinya yang di lahirkannya, dari kandungannya.  Bukan maksud hati untuk mengecilkan peran wanita yang tidak beruntung karena tidak bisa melahirkan sendiri karena berbagai alasan . Namun dari balik semua peran wanita yang di beri kepercayaan utuk mengalami hal terindah dalam hidup ketika mampu mengandung , melahirkan, mengasuh, membesarkan, menjadikan mereka sesosok Manusia yang  berguna, berbakti,  bagi orang tua ,lingkungan, bangsa, dan terutama bagi agamanya  ada beberapa wqqnita yang mensia-siakan anugrah itu dengan menelantarkan  mereka tanpa tanggung jawab , mencetak mereka dengan sekehendak hati hingga tumbuhlah menjadi seseorang yang sama sekali jauh dari harapan semua orang , apapun alasan yang di pakai sama sekali itu tidak masuk akal bagiku ,Karena kita tahu sudah menjadi kodrat dari yang kuasa bahwa wanita adalah sebagai ibu bagi anak anak yang dilahirkannya,sebagaimana  seorang ibu yang selalu punya naluri untuk melindungi,menjaga, dan memberi sepanjang hidupnya . walau seperti apapun bentuk dan rupa anak yang di lahirkanya, dia tidak akan peduli, yang pasti baginya si anak tetap menjadi permata hatinya, menjadi sinar hidupnya, tanpa sedikitpun merasa bahwa dia adalah beban dan yang perlu kita catat untuk apa yang sudah di berikannya seumur hidupnya sampaikita sudah menjadi orang sama selkali dia tak pernah menuntut balasan dari kita, baginya cukup kita menjalani hidup dengan baik, bahagia, berkecukupan, peduli sesama, dan yang penting kita tetap mampu memanggilnya ibu dengan suara yang santun, lembut, dan penuh kasih , Ibu  tidak membutuhkan intan permata  untuk mengantikan kehadiran kita di saat Dia sudah mulai uzur ,Ibu juga tidak memerlukan rumah mewah yang kita hias dengan perabotan mahal saat dia ingin berteduh , ketika lelah sudah mulai mengunjungi hari harinya, Yang ibu perlukan adalah kehadiran kita saat ibu merasa sendirian, yang di perlukan adalah kesabaran kita untuk mendengar ceritanya tentang perjuangannya membesarkan kita, Ber bicara masalah itu aku jadi teringan kalausesungguhmya aku juga seorang Ibu. Menjadi seorang ibu bagiku adalah kebangaan yang tak ada antinya meski dengan ratusan piala dari manapun . karena menjadi ibu bukan untk mendapatkan piala semacam itu, menjadi seorang ibu adlah tugas yang tak pernah ada habisnya dan tidak bisa di wakilkan pada  siapapun , bahkan pada seorang dengan gelar tertinggi sekalipun. Namun bagaimana jika kita di takdirkan menjadi seorang ibu untuk seorang yang berkebutuhan khusus, baik karena mentalnya , fisiknya, atau karena dua duanya. pernahkah terbayang olehmu mengalami hal yang begitu? Para ibu yang di hatinya selalu ada Cinta……menjadi seorang ibu dengan seorang putri cantik berkebutuhan khusus juga tak pernah terlintas sedikitpun dalam pikiranku namun ketika aku menyadari bahwa itu sudah menjadi bagianku, aku tersentak, pada awalnya, bulan2 pertama sangat manusiawi kalau kita merasa tidak nyaman, merasa paling menderita, merasa paling tidak beruntung,dan sempat maaf, mempersalahkan tuhan. kenapa harus aku ibunya, kenapa bukan yang lain.  namun seiring berjalannya waktu tidak sampai satu tahun setelah anugrah terindah itu  aku menyadari bahwa itu  adalah bukti betapa sayangnya Tuhan padaku sehingga aku di berinya kepercayaan membesarkan dia , dengan seluruh cinta yang ada, hingga kini keikhlasan itu membuatku enjoy menjalani hari hariku bersamanya dengan manis, aku tetap membawanya jalan jalan ke taman , ke mall atau kemanapun tanpa pernah menyembunyikan nya dari pandangan orang, aku tidak peduli orang memandangnya  dengan bathin seperti apa, aku tetap bernyanyi untuknya meski aku tidak yakin dia tahu maksudku, aku tatap mangajaknya bercerita, bergurau meski  aku tahu dia tidak akan bisa mengomentari ceritaku, atau mendengar gurauanku, sekarang kenapa ada seorang wanita  yang merasa tidak  beruntung menjadi seorang ibu, untuk anaknya yang sehat, cerdas, dan berkembang dengan baik…. Untuk para ibu yang dihatinya selalu ada cinta…… yang mempunyai seorang putra dengan kondisi yang abnormal jangan merasa kecil hati, merasa sedih, merasa menyesal, merasa tidak bahagia, sama sekali itu bukan alasan untuk melakukannya, karena sesungguhnya tidak ada bedanya kebahagian kita mendapatkan tugas itu Tuhan mengasihi kita, memilih kita karena kesabaran kita, dan beryukur padanya bahwa kita di beri kesempatan menjadi seorang Ibu bagi putri dari surga, kita sunguh tidak sendirian…… Untuk para ibu yag di hatinya selalu ada cinta….. Kenikmatan menerimanya dengan ikhlas, sabar, tulus adalah keindahanyang tiada duanya. untuk para ibu yang hatinya selalu ada cinta.

Komentar bertahan »

HUJAN DAN AKU

momHari ini suasana mendung, hal yang biasa di bulan desember karena memang setiap akhir tahun di bulan desember selalu identik denga musim penghujan,musim yang lembab , musim yang penuh rintik air dari langit, dan sebagian orang menganggap ini suatu hal yang sangat tidak menyenangkan karena suasana yang lembab membuat orang malas keluar rumah, malas beraktifitas apapun kecuali terpaksa. namun berbalik dari ketidak sukaan sebagian orang aku sangat menyukai hari hari yang penuh dengan rintik hujan seperti hari ini. Seperti hari ini ketika mendung mulai menutup sebagian kaki langit aku sungguh berharap air segera tumpah, membasahi daun daun, membasahi seluruh isi kota, terutama membasahi pikiranku yang selalu penuh kenangan , kenangan dimana selalu menyeretku pada masa dimana kemudaan ada di hidupku, kenangan dimana saat itu aku merasa menjadi orang yang paling bahagia tiada tara,karena saat itu akulah putri dari kuil yang tersembunyi di dunia paling indah di dunia ini..Hujan dengan segala kekhasannya, di mulai rintik yang paling rinai menempel di semua benda yang tak terlindung bagai jutaan permata indah berkilau, mempesona mataku selalu dan aku pernah berkhayal tentang butiran itu , andai butiran itu benar benar permata maka akan ku kumpulkan satu persatu ku tempatkan dalam  saku kubawa pulang dan ku rangkai demikian indah untuk ibuku.. atau untuk ku simpan dalam kotak dimana hanya aku yang tahu dan pada saatnya nanti baru kukeluarkan ketika aku menjadi seorang ratu yang bertakhta di hati seorang pangeran , khayal seorang remaja yang  mulai menyusun mimpi indah untuk hidupnya. Rinai yang muncul berangsur membentuk untaian tali panjang berkilau.. menjulur dari atap langit dan berakhir dengan irama yang sangat menyenangkan jika di hayati..tak ada irama yang bisa menyamai keindahan suara air yang menyentuh pelimpahan atap berbaur dengan suara gemericik kaki kaki air yang mencari tumpuan untuk menemui tempat dimana ia bisa menyalurkan segenap cintanya pada pada akar akar , pada daun daun pada benda- benda yang akan di gunakan oleh makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya. Sungguh musim hujan seperti ini yang selalu hadir tiap desember memberiku banyak pelajaran hidup. sesungguhnya setiap kemarau akan di akhiri dengan musaim hujan, dan hari yang lambab basah, akan di akhiri oleh musim semi dengan mentari yang cerah merangsang bunga bunga untuk memamerkan kelopaknya yang ceria, dengan aneka warna yang mengelitik mata sebagai pancaran  kegakuman  tiada habis. Hari ini ketika hujan nampak sudah sembunyi  di balik mendung yang tebal , masih sama seperti kemarin ku tetap mangharap dengan seluruh perasaan ku bahwa hujan hari inipun akan mampu membawaku melintasi khayalku tentang apa saja , tentang apa saja akan ku ikuti kemana pikiranku berjalan. Dan …. ada yang terasa dingin menyentuh ujung kakiku yang menyembul keluar dari lidungan atap teras depan rumahku dan ku pastikan itu rintik hujan yang mulai menyalami alam semesta, yang mulai menemaniku mengumpulkan semua hayal, semua kenangan, yang ingin ku ungkap lewat deretan huruf hurufyang akan tersusun, dan sebelumnya aku minta maaf  jika apa yang ku rangkai ini membuat sepotong hati tersentil atau seseorang jadi berperasaan lain sungguh sedapat dapatnya ini ku hindari namun kadang hujan sengaja menyeretku untuk mengungkap apa yang tersembunyi ….aku minta maaf…Belasan tahun lalu sama seperti sat ini , hujan baru akan tumpah di tandai dengan tebaran halus bagai ribuan jarum berkilat indah, aku bersandar di dinding ujung lorong kelas ku Sma 2 kelas ujung barat dekat kantin sekolah hujan yang makin deras membuatku takut basah kuyup karena jam sekolah masih belum berakhir , tidak lucu kalau aku masuk kelas dengan seragam yang kuyup, maka ku pilih emper kelas di ujung barat untuk melindungiku dari rinrinya.. namun ada yang berdesir di relung hatiku.. aku merasa da sepasang mata mengawasiku edemikian dan , mata itu mengawasi dengan menyertakan perasaan hati. dengan gerak reflek aku mencari sepasang mata yang membuatku berdesir hebat  perasaan yang belum pernah aku rasakan seumur hidupku, sepasang mata ku temukan nampak kaget dan jenggah karena tak terduga aku menemukannya . ku rasa adaaliran hangat menjalar perlahan keseluruh tubuhku yang membuat wajahku terasa panas… tiba 2 aku merasa malu sekali…. Ach kenangan yang benar benar indah . Kini hujan benar benar telah tumpah dan benar benar telah menyeretku demikian jauh menemui seseorang, seseorang yang pad akhirnya mengisi seluruh hatiku,  memenuhi seluruh lembar lembar diaryku, mengisi sejarahku….. seseorang yang pada akhirnya juga mengenalkan ku pada rasa pahit, pada rasa sakit, dan hari ini setelah sekian puluh  tahun aku baru menyadari bahwa semua yang ku peroleh sekarang adalah hasil dari apa yang telah dia berikan untukku  dari kasih sayang, sakit hati, dan kenangan manis. semuanya membuatku dewasa, membuatku pandaimenjalani hidup, mengajariku sabar, mengenalkanku akan keikhlasan, terima kasih untuk apa yang pernah engkau beri utk ku , terima kasih hujan dalam rintikmu aku selalu mengingat setiap pelajaran hidup.

Komentar (2) »

Rencana Indah

Dalam kehidupan seseorang selalu mempunyai planing untuk kehidupan selanjutnaya baik untuk diri pribadi maupun untuk seluruh keluarga tercinta.. namunrencana yang sudah tersusun rapi, sistematis, cermat dengan segala pertimbangan kadang hasilnya lebih dariyang di harap atau bahkan gagal sama sekali . apapun hasil yang kita raih  semua itu bukan kita yang menentukan, karena kewajiban kita adalah cuma berusaha sekuat kita mampu sedang hasilnya adalah sepenuh penuhnya hak yang maha Kuasa. sekarang yang jadi pertanyaan adalah bagaiamana sikap kita , mental kita menghadapi semua hasil perjuangan rencana rencana indah kita, kecewa, tertawa, atau sekedar menikmati, itu tergantung dari sedalam apa kita memahami hidup ini, Dulu 12 tahun yang lalu ketika saya bemulai hidup berkeluarga, punya segudang rencana indah, tentang rumah yag akan kami tempati, dari seberapa besar , cat warna apa, berapa kamar yang harus ada, sampai kota mana yang kami pilihdam semua di kabulkan oleh yang kuasa jauh diatas yang sudah kita rencanakan, kami menikmati rumah itu yang di peroleh dengan perjuangan dan air mata, mengisinya dengan takbir yang tiada henti… kemudian rencanaindah ya g lain adalah anak anak…. berapa yang harus kita punya, seperti apa. 1 tahun setelah pernikahan tuhan mengabulkan doa kita berdua, suka cita seluruh keluarga menyambut calon anggota baru, doa tak putus kita pajatkan mudah2an lahir anak yang sehat, syukur kalo cantik atau ganteng. Namun kali ini rencana indah tidak untuk kita, kelahiran di sambut dengan keharuan, suka cita, dan banyak harapan… tetapi Tuhan sungguh Maha Pencemburu.. Dia tidak menyukai kita yang terlalu mencintai makluk ciptaannya maka Dia menguji seberapa cinta kita padaNya.. dengan memberi cobaan pada kita berdua.. apa kita masih Cinta Dia ????Anakku lahir sehat.. awalnya . namun itu bukan hal sulit bagiNya untuk merubah menjadi ujian bagiku, keluargaku, anakku menderita meningosefalistis ( kalo gak salah itu kata dokter) di usianya yang baru 2 minggu. wajah cantiknya, matanya yang bersinar indah, kulitya yang halus tak di barengi dengan pertumbuhan sel2 otaknya dengan baik karena kejang yang terus menerus hingga pada akhirnya perkembangan sensorik motoriknya terganggu, pada awal mendapati kenyataan seperti itu kita tidak terima, mencari2 kesalahar, mencari jawaban dari bermacam pertanyaan yang semuanya tak bisa seorang pun yang mampu menjawab. dan anakku terus tumbuh.. itu menyadarkan ku bahwa sikap tidak erima, protes pada tuhan, mencari jawaban atas pertanyaan kenapa begini.. kenapa begitu tak merubah keadaan anakku butuh penanganan yang baik,akhirnya kita terus berusaha dengan segenap kemampuan kita , dengan doa…. hingga saat ini dia sudah berusia 12 tahun tumbuh sehat dengan segala kekurangan.. tetap cantik, tetap bermata indah, dan kita menerima dia dengan segenap cinta.. ketulusan… dan keikhlasan karena bagaimanapun dia tetap hadiah terindah di antara rencana rencana indah kita , Terima kasih Tuhan …. Engkau percayakan lintang untukku.

Komentar bertahan »

desember untukku

Saat ini desember sudah hampir berakhir.. namun sedikitpun aku belum menemukan jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang selalu menyesaki dadaku.. memenuhi separuh isi otakku aku tetap  kebingungan mencari jawaban dari pertanyaan yang memutar mutar sepanjang akhir tahun ini…kenapa aku bisa sebodoh ini bisa terjebak oleh sesuatu yang sama sekali tak ku duga, tak kusukai sebenarnya karena ini menampakkan betapa kerdilnya aku  di hadapan semua orang . semua ini gara gara lemahnya aku.. menghadapi hidup, gara gara aku tarlalu naif menganggap semua orang berhati baik…. berhati tulus… ternyata aku salah. Dan untuk itu aku tak akan perlu mendengar semua alasan yang akan terlontar.. tidak perlu… sudah kuputuskan. Desember hampir berlalu membawa semua yang ku lalui yang ku rasakan suka duka, harapan harapan indah, semangat yang sempat pupus, juga hati yang yang sempat terluka atau melukai saat ini bagiku iu sama sekali tidak penting … sama sekali tidak penting , sekarang yang terpenting bagiku adalah menempatkan semuanya yang sudah ku lalui dalam bingkai bingkai yang ku anggap paling indah yaitu kenangan apapun bentuknya… apapun rasanya.. semua membawaku makin dewasa dan makin bijak kedepannya dalam menghadapi setiap hal yag melintas di depan mata .. insyAllah  semua akan baik baik saja untukku , untuk hidupku, juga untuk masa depanku bersama orang orang yang mencintaiku tanpa pamrih apapun, kecuali ingin memberi tanpa menuntut, menerima aku apa adanya aku dengan segala yang kumiliki lebih dan kurang. mudah mudahan desember tahun ini  menorehkan kebijaksanaan dalam hidupku selanjutnya,,, amin…

Komentar (2) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.