<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Mamanyalintang&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://mamanyalintang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mamanyalintang.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Mar 2010 13:29:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='mamanyalintang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Mamanyalintang&#039;s Blog</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://mamanyalintang.wordpress.com/osd.xml" title="Mamanyalintang&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://mamanyalintang.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Janji</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/27/janji/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/27/janji/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Mar 2010 13:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Menatap dengan pandangan sayu mengharap, melihatnya sedikit ada perasaan tidak tega menghampiriku, Ah, kenapa aku harus berjumpa dengan Dia dalam situasi yang tidak tepat. Kenapa tadi harus aku lewati jalan ini ,kenapa tadi tidak kuambil jalan memutar ketika aku menuju  jalan pulang, barangkali ini kebetulan atau Dia sengaja menghadangku di sini. Badai, tunggu..! ijinkan satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=110&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menatap dengan pandangan sayu mengharap, melihatnya sedikit ada perasaan tidak tega menghampiriku, Ah, kenapa aku harus berjumpa dengan Dia dalam situasi yang tidak tepat. Kenapa tadi harus aku lewati jalan ini ,kenapa tadi tidak kuambil jalan memutar ketika aku menuju  jalan pulang, barangkali ini kebetulan atau Dia sengaja menghadangku di sini.</p>
<p>Badai, tunggu..! ijinkan satu kali saja aku mendengar dengan jelas apa yang terjadi&#8221;, katanya begitu lembut mendayu mengikutiku hingga aku sudah memasuki rumahku, istanaku dengan seorang permaisuri dan dua pangeran kecil sudah menugguku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=110&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/27/janji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kakek Bary</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/20/kakek-bary/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/20/kakek-bary/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Mar 2010 13:04:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Bau harum rerumputan kian tajam ku cium ketika kakiku mulai menginjak rerumputan yang kian tebal dan kian tinggi hingga mencapai atas mata kaki,di sebelahku adik laki lakiku yang terlihat sangat gagah namun tetap lucu dengan topi biru hasil rajutan ibuku, nampak lincah melangkah menghindari jalan tak rata atau lubang bekas galian tikus atau barangkali kelinci [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=116&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bau harum rerumputan kian tajam ku cium ketika kakiku mulai menginjak rerumputan yang kian tebal dan kian tinggi hingga mencapai atas mata kaki,di sebelahku adik laki lakiku yang terlihat sangat gagah namun tetap lucu dengan topi biru hasil rajutan ibuku, nampak lincah melangkah menghindari jalan tak rata atau lubang bekas galian tikus atau barangkali kelinci liar yang sesekali masih sering nampak di sekitar jalan ini , dengan ringan kuikuti anak laki laki kecil yang berrusia 8 tahun dan 2 tahun lebih muda dariku , sedang jalanan masih nampak basah oleh embun yang turun semalaman kilaunya nampak begitu cemerlang di tempa sinar mentari yang mulai malu malu menampakkan diri, udara terasa begitu segar memenuhi seluruh paru paruku, pagi yang indah dan penuh semangat.<br />
pagi ini adalah pagi ketiga liburan sekolahku dan hari ketiga tugasku membantu Ibuku mengantar bekal untuk pekerja sawah kami yang letaknya sekitar dua kilometer dari rumah ke arah barat, jalanan ini nampak meliuk bagai seekor ular yangsedang mengejar tikus sawah  nampak di beberapa petak sawah pak tani mulai bekerja , ada yang membajak sawah atau sekedar mencangkultepi pematang sawah mereka  nampak mereka penuh semangat dan mulai berkeringat meski hari masih sepagi ini barangkali mereka sudah mulai bekerja sejak setelah sholat shubuh tadi, aku sendiri sangat menikmati perjalanaan pagiku, karena dengan tugas ini aku merasa waktu mainku bertambah panjang barangkali demikian juga dengan pemikiran adikku yang selalu menemani tugas ini tiap pagi.<br />
Jalanan ini di kiri kanannya di batasi parit kecil dengan air yang selalu mengalir gemericik yang sebagian alirannya tak nampak karena tertutup tanaman perdu berdaun lebar dengan bunganya yang berwarna ungu terang seperti bunga kangkung kulihat, hanya nampak lebih besar, sedang di daunannya seringkali ku lihat selalu ada hawan kecil semacam serangga dengan sayap yang baerwarna orenge tua menyala berbintik hitam lucu selkali karena hewan ini lucu dan tidak berbau atau mern\nyengat aku sering mengambil dan menggenggamnya,  wah benar benar suasana yang aku sukai, ku lihat adikku mulai menikmati perjalanan pagi ini sambil menenteng tas berisi sebotol kopi untuk pembajak sawah dan sebotol lagi berisi teh hangat untuk kami berdua serta beberapa potong ubi rebus yang di selipkan ibu buat kita, sedang bawaanku adalah Rantang berisi nasi urap , gorengan tempe dan sedikit sayur pedas, aku tahu soalnya tadi waktu ibu menyiapkannya aku sempat mengintipnya , tak lupa juga ada sambalnya, uhh pasti nikmat bener sarapan pak pekerja nanti.<br />
Perjalanan kita sudah sampai di perempatan berarti dudah tak jauh lagi sawah bapakku, dan kamipun mulai sering berpapasan dengan beberapa petani ,Kami harus tetap mengambil arah lurus karena yang belok kanan jalan menuju sebuah sungai besar, sungai setail namanya,dan sungai itu bersumber dari sebuah gunung yang nampak menjulang kebiruan di selimuti awan tipis berkilau di tempa sinar matahari yang mulai nampak penuh, Kata orang gunung itu adalah Gunung Raung, masih beriringan kita berjalan bersisihan sesekali adikku iseng menidurkan rerumputan berduri yang selalu nampak rebah daunnya jika tersentuh kaki adikku , suatu saat aku tahu itu namanya putri tidur, sedang aku lebih menyukai mengagetkan beberapa capung dengan macam warna yang sedang asyik hinggap di rerumputan hingga mereka akan menyebar berterbangan, nampak lucu sekali, sedang jalan yang ke kiri adalah jalan lain menuju kampung lain di ujung desa.<br />
Sepertinya kita hampir sampai karena samar samar sudah kulihat pohon berdaun hijau gelap , nampak rindang dengan bunga derwarna kuning keemasan dan di bagian putiknya berwarna merah hati,  Ayahku menamakannya pohon waru, pohon itu penanda bagiku bahwa sawah ayah di sisi kiri jalan dan harus menyeberangi parit kecil disisi jalan untuk mencapainya. samar juga mulai ku lihat seseorang sedang berteriak ho&#8230; ho&#8230; dengan suara nyaring mengendalikan sepasang kerbau penarik alat pembajak dari kayu dengan bagian belakang sangat tajam dan lancip.untuk membolak balik tanah yang sudah penuh genangan air, jadi lumpur.<br />
&#8221; selamat pagi kakek Bary!&#8221; suara kita berdua hampir berbarengan. &#8221; kakeng paro baya itu tersenyum &#8221; pagi, anak anak.&#8221; katanya sambil mengarahkan bajaknya terus maju, &#8221; kakek aku bawakan sarapan nasi urap loo pagi ini&#8230;! kataku, dan sebotol kopi panas &#8221; kata adikku tak mau kalah.<br />
Kakek Bary, adalah seorang laki laki separo baya tuanya, dengan badan yang masih nampak gagah, dengan kulit legam karena terbakar sinar matahari , sekilas orang itu nampak garang karena matanya yang tajam dan alis matanya yang tebal di tambah kumisnya yang melintang tebal di atas bibirnya yang juga kehitaman karena selalu menghisap kretek tembakau lintingan sendiri, anak anak yang belum mengenalnya pasti akan merasa segan jika berpapasan dengannya apalagi di tambah kegemarannya memakai baju gombrang berwarna hitam dan celana tiga perempat yang juga nampak kedombrohan yang juga berwarna hitam, dan yang paling menyeramkan bagiku adalah sebilah sabit yang nampak putih berkilau selalu di tenteng kemanapun dan kadang kadang nampak dia selipkan di bagian belakang pinggangnya, juga selembar karung plastik putih yang di gulung tak rapi ada di gapitnya di bawah ketiak, lengkaplah keseraman kakek Bary bagi anak anak sebayaku.<br />
Namun mulai tiga hari lalu katakutanku dan adikku mulai berangsur menguap di hapus oleh cerita cerita kakek yang menarik tentang desaku, tentang dua anak laki-lakinya yang tinggal jauh di sebrang dan tentang anak perempuan satu satunya yang meninggal karena kolera.Awalnya seperti anak yang lain aku selalu lari terbirit-birit ketika melihat kelebatan kakek Bary, yang ada dalam bayanganku kakek yang satu ini tak boleh di dekati apalagi di sapa, bagiku dia seorang yang menyeramkan yang suka menculik anak kecil dan memasukkan kedalam karung putih yang selalu di bawanya dan kemudian  anak anak yang tertangkap akan di jualnya ke kota, ihh ngeri sekali Aku tidak mau di jual karena aku tidak akan ketemu Ibu dan Ayahku.<br />
&#8220;Ayo anak anak ikut sarapan bersama kakek, Ini Ibumumembawakan nasi banyak sekali !&#8221; kata kakek membuyarkan lamunanku tentang Kakek beberapa waktu yang lalu. &#8221; terima kasih kek, kita belum lapar&#8230; ! kataku. &#8220;Aku masih mau mencari belibis sepertinya kemarin ku lihat di petakan sebelah barat &#8221; kataku sambil berlari kecil mengikuti pematang yang sudah nampak rapi pasti ini di kerjakan kemarin setelah kita berdua pulang, &#8221; Mbak, aku dapat belut nii.. !&#8217; adikku berteriak dengan riang sambil menunjukkan seekor belut yang menggeliat  dalam genggamannya dan nampak sudah di ikat dengan rumput di ujung kepalanya, entah bagaimana, pasti kakek ynag melakukannya.<br />
Kakek Bary, ternyata seorang yang baik , sama sekali tidak galak dam menyeramkan setelah mengenalnya, bahkan dia terlihat sangat menyayangi kami, setelah beberapa kali kita berdua bertemu dengannya akhirnya aku tahu kenapa dia suka berbaju hitam hitam, itu di lakukan setelah anak perempuanya yang pada waktu itu usianya masih sebaya denganku meninggal karena kolera, karena terlambat membawanya berobat, pada waktu itu dia tidak punya uang untuk berobat, dan letak klinik sangat jauh di kota, sehingga anaknya tidak tertolong lagi, nampak pandangan sangat terluka di mata tuanya dan samar nampak bayangan air mata kesedihan di mata itu, sejak saat itulah dia selalu mengenakan baju hitam- hitam,waktu ku singgung tentang isu di antara anak anak bahwa dia suka menculik anak dan menjualnya , dia hanya tertawa lirih, sambil berkata, anak anak itu hanya di takut takuti orang tuanya agar tidak nakal dan mau patuh pada orang tuanya, karena kakek Bary tidak suka pada anak yang nakal.<br />
Sekarang waktunya aku masuk sekolah berarti tugasku sekarang belajar lagi, dan sepertinya membajak sawah juga sudah berakhir, di teruskan dengan menyebar benih, tapi aku akan terus mengingat kakek Bary yang mengajariku banyak hal, dari kebiasaan bangun pagi sampai tentang hidup sederhana, sabar dan masih banyak lagi.<br />
Matahari belum muncul sempurna ketika aku terbangun pagi ini dengan kabar yang menyedihkan , Kakek yang baik hati itu meninggal mendadak semalam , tidak ada yang tahu apa penyebabnya, beberapa orang mengatakan karena angin duduk, dan beberapa orang mengatakan karena jantung, Ahh&#8230; aku akan ikut ibu ke rumahnya untuk Takziah. selamat tinggal kakek Bary&#8230;.smoga engkau bertemu dengan putrimu tercinta di surga&#8230; amien.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=116&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/20/kakek-bary/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kepergian Lina</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/01/kepergian-lina/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/01/kepergian-lina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 06:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Merinduimu adakah yang salah, mengenangmu adakah ini juga salah, Lin&#8230; seperti sudah demikian lama&#8230;.kamu jauh dari hidupku, seperti sudah ribuan tahun aku tak mendengar derai tawamu yang lepas tanpa beban, benarkah sudah demikian lama ? February, hari ini angka ke 28, berarti masih ada dalam hitungan hari Lina pergi ke tempat yang begitu jauh, kenapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=108&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merinduimu adakah yang salah, mengenangmu adakah ini juga salah, Lin&#8230; seperti sudah demikian lama&#8230;.kamu jauh dari hidupku, seperti sudah ribuan tahun aku tak mendengar derai tawamu yang lepas tanpa beban, benarkah sudah demikian lama ?</p>
<p>February, hari ini angka ke 28, berarti masih ada dalam hitungan hari Lina pergi ke tempat yang begitu jauh, kenapa engkau tetap pergi meninggalkan cerita ini menggantung, sungguh Lin&#8230; kamu katakan kamu mengasihiku&#8230; ! apa karena ayah bundamu yang sengaja menjauhkanmu dari ku ?</p>
<p>&#8221; Lin, Batam kan jauh sekali ?&#8221; kataku saat itu dan kamu hanya tersenyum samar mendengar keluhku yang nampak putus asa, Saat itu sore nampak mulai membayang dan kita baru saja selesai dari mengikuti kursus bahasa  Jepang disebuah lembaga pendidikan yang ada di sepanjang jaksa agung suprapto. Lina berjalan perlahan di sebelahku dan nampak sedikit tertinggal dari langkah kakiku yang sedikit lebih lebar, dan ketika aku menyadarinya aku perlambat ayunanku, menunggunya bisa berjalan seiring denganku. keterdiaman yang kelu mengiring perjalanan kami hingga ke ujung cokro, ketika tanpa sadar aku berpaling dari pandanganku menatapnya sekilas aku tahu ada keresahan yang sama di dalam mata bening itu, keresahan yang sama dengan yang ku rasa.</p>
<p>Hampir lima tahun kita berdua saling mengasihi, saling mengisi, dan saling memperhatikan, aku menemukannya sejak dia duduk di bangku SMP , ku lihat dia gadis yang berparas manis,dengan hidung yang nampak tidak terlalu mancung  dan mata yang sedikit lebih sipit , pandangan matanya yang nampak manja dan ceria menutupi bagian lain yang biasa biasa , hingga menjadi demikian manis dan sedap di pandang, aku jatuh cinta&#8230; haa&#8230;.Dari perkenalan pertama aku tahu bahwa dia putri seorang yang cukup punya kedududukan, namun sama sekali dia tidak nampak membanggakan kedudukan orang tuanya, namun anggapan itu tidak berlaku untuk ayah ibunya, terutama ayahnya, yang jelas2 nampak tidak menyukaiku, barangkali karena orang tuaku ,yang kebetulah satu korp dengan orang tuanya punya kursi yang lebih rendah. dasar , aku yang tak tahu diri atau karena aku terlanjur menyukainya sehingga aku membutakan mata dan menulikan telinga menemukan sikap yang tak bersahabat itu, yang penting bagiku adalah karena Lina sendiri nampak tidak keberatan dengan kasih sayangku, dan ketika tiba2 ayahnya menutuskan untuk mengirim Lina ke Batam tinggal bersama kerabatnya , aku benar2 ling-lung dan sakit hati memendam rindu.</p>
<p>Hari ini LIn, Aku mulai belajar melupakanmu, dengan cara belajar keras mempersingkat waktu kursusku hingga aku bisa cepat dapat pekerjaan, biarlah untuk kuliah nanti kalau aku  sudah bisa membiayai kuliahku sendiri dan  aku akan mengejar ketinggalanku, yang penting bagiku saat ini adalah melupakanmu, Namun LIn&#8230;. ketika aku hampir dapat menyimpan semua kangenku padamu kenapa engkau datang lewat tulisan yang mengatakan bahwa kamu masih juga belum bisa mengalihkan hatimu.</p>
<p>Pada saat bersamaan , dengan ku peroleh pekerjaan kecil, aku tak peduli itu bagiku yang penting aku nampak sibuk dan punya pengalaman kerja, aku mengenal sosok Lury, dia cantik, pinter, terpelajar dan yang penting Lin orang tuanya menerimaku menjadi teman anaknya, aku suka pada Lury sebatas suka tak kan pernah sama porsinya dengan sayang aku padamu namun cukkuplah dia bisa mengalihkan duniaku yang hampir tanpa harapan apa apa, terutama dukungan orang tua Lury yang terus mendorongku untuk mencari pangalaman yang sebanyak2nya dulu, benar2 memikirkan masa depan untukku, aku sungguh sangat menghargai itu, tak terasa hubungan dekatku dengan ayah Lury di kantor terbawa sampai kepergaulanku dengan isi keluarga Lury, sungguh aku mengangap keluarga itu bagian keluargaku, dasn aku terpacu untuk terus maju, dengan sesekali masih memikirkanmu LIN&#8230;. salah yaa,, ?</p>
<p>Dan, setelah semua tertata demikian rapi, hari ini &#8230;. Kamu mengatakan padaku Lin .. kamu akan pulang&#8230;.. apakah aku senang&#8230;? atau haruskah aku bersedih ? Lin, Lury, dari pandangan matanya aku tahu bahwa dia sangat berharap lebih dari hubungan ini, hubungan keluarga yang ku sinyalkan padanya tak menyurutkan keinginannya untuk tetap mengasihiku,dan aku &#8230;. tak tega rasanya mengesampingkannya lagi setelah kedatanganmu ,&#8230; ini sungguh tak adil baginya Lin,&#8230; dia membantuku, melupakankesedihanku kehilanganmu dengan kemanjaannya yang lain&#8230;. ahh&#8230;.</p>
<p>Hingga pada akhirnya keputusan harus kuambil, sedalam apa rasa kangen ini padamu, sungguh Lin bagiku kamu adalah separuh jantungku , namun aku juga tak berhak melukai gadis sebaik Lury&#8230;. aku putuskan untuk menerima tawaran kerja kontrak di jepang bersama kakakku, dan aku harus berani meninggalkan dua hati yang sama sama aku kasihi dengan porsi yang berbeda, maafkan aku,Andai sat itu kamu gak pergi Lin., Lury tak akan ada dalam hidupku. {cerita yang ku dengar kemudian Linalah yang berhasil mendampinginya ,}</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=108&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/03/01/kepergian-lina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>senyuman untuk Alya</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/senyuman-untuk-alya/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/senyuman-untuk-alya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 09:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Siang cukup menyengat, ketika aku tiba di rumah sepulang kuliah, sungguh hari yang melelahkan di akhir semester ini apalagi mata kuliah satu ini cukup menguras pikiran , Kalkulus , mudah mudahan ujian depan gak sempat remidi langsung lolos , kalo gak, aduh betapa membosankannya&#8230; , belum lagi tugas tugas. ini.. huh&#8230;.! Aku hempaskan tubuh kurusku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=106&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Siang cukup menyengat, ketika aku tiba di rumah sepulang kuliah, sungguh hari yang melelahkan di akhir semester ini apalagi mata kuliah satu ini cukup menguras pikiran , Kalkulus , mudah mudahan ujian depan gak sempat remidi langsung lolos , kalo gak, aduh betapa membosankannya&#8230; , belum lagi tugas tugas. ini.. huh&#8230;.! Aku hempaskan tubuh kurusku di kursi makan dengan suara berisik, hingga ibuku melotot seperti biasanya , aku tersenyum aja, melihanya seperti itu dan pasti komentarnya tentang itu tak pernah berubah, &#8221; jadi anak perempuan mbok sing alus too wuk &#8220;, { wuk: adalah panggilankesayangan bagi anak perempuan ).  melihatku tersenyum ibu melunakkan pandangannya, &#8221; cuci tangan dulu kenapa ?, dan tuu ada es jeruk manis di kulkas, ujarnya lembut. Aku beranjak berdiri menuju wastafel untuk cuci tangan dan kucium ibuku tercinta sebelum menghampiri es jeruk manis di kulkas, sambil menghimpit tas kuliah dan segelas es jeruk di tangan kanan aku ngeloyor pergi ke kamarku. ahh, enak banget rasanya melihat sprei biru lembut tertata rapi pengin aku segera menidurinya dan merasakan lembutnya dan harum khas wangi wangian pelembut kain, ahh , astaga aku belum sholat. bergegas aku ambil wudlu. dan mengerjakan kewajiban yang yang hanya sepuluh menit ini.</p>
<p>SOre mulai membayang ketika aku bangun tidur, sayup sayup aku dengar suara sapu lidi beradu dengan kering dedaunan di samping rumah pasti ibuku sedang menyapu guguran daun mangga yang selalu nampak dua hari tak tersentuh sapu, karena memang saat ini adalah musim kemarau dengan angin yang cukup mampu merontokkan dedaunan. ah, berapa jam aku tertidur ? au  hampir aku lupa, bukankah ini malam minggu&#8230; bergegas aku bangkit , bantu ibu beres beres di dalam rumah mandi dan sholat ashar, aku ada janji dengan seseorang pagi tadi dikampus bahwa malam ini aku akan menonton sebuah ajang pencarian bakat di gedung olah raga di pusat kota. aku meminta ijin pada ibuku, dan ibu mengiyakan dengan janji pulang tidak terlalu malam. ijin sudah kudapat.</p>
<p>Waktu terus merambat, detik berlalu dalam menir, dan merangkak dalam jam setengah delapan malam belum juga orang itu menapkan batang hidungnya, aku mulai resah&#8230; kenapa dia, lupa&#8230; atau mempermainkanku. ahh&#8230; keresahanku terbaca ibu . namun aku tak mampu menjelaskan apa2, dan tiba2 ada SMS masuk dari karibku si Dina, mengajakku berangkat ke acara yang sama karena kakaknya tak jadi menemaninya karena ada acara lain, akhirnya untuk mengobati kecewaku aku terima tawarannya. kami berdua berangkat bersama dari rumahku setelah Dini datang menjemput dengan motornya. Sampai di gedung kelihatanloket sudah penuh dan Syukur aku mendapatkannya dengan mudah karena kita ketemu beberapa teman sekampus yang nonton juga, kenapa semua ada di sini, karena salah satuteman kami ada yang mengikuti ajang ini. setelah di dalam gedung kami menemapati kursi agak di tengah , jadi letaknya agak ke atas ke betulan sederet adalah temen kita semua jadi seu aja.</p>
<p>Beberapa penampilan sudah berlalu dan tiba tiba ada yang berdesir, hatiku gelisah, sekelebat bayangan yang begitu ku kenal, melintas dengan menggandeng seorang gadis yang nampak demikian cantik dan munggil ahh, hatiku kenapa demikian pedih&#8230;.. tiba 2 acara itu sudah tidak menarik lagi bagiku, aku mengajak dini pulang dan tak ku pedulikan tatapannya yang nampak binggung.</p>
<p>Alya, jadi itu namanya, nama yang indah. tapi Ryan kenapa harus berbohong ? kenapa harus kamu sembunyikan&#8230; aku bertanya sambil menahan tumpahan air mata,&#8230; Ida, tolong mengerti aku&#8230;. ! suara Ryan tak kalah bergetar menahan luapan rasa bersalahnya, Ah, sudah ku putuskan , aku memilih mundur dia masih demikian imut, aku yakin dia belum siap untuk mengerti tantang semua ini. &#8221; Id, sungguh aku tidak mengasihinya sama seperti aku mengasihimu, aku hanya mencoba untuk menjaga persahabatanku dengan kakak laki lakinya, itu saja &#8221; namun bagiku itu tidak mungkin karena bagaimana mungkin&#8230; aku bersaing mendapatkan perhatianmu dengan gadis se imut itu,? kataku.</p>
<p>Hari ini ulang tahunku yang ke dua puluh, tiba tiba se carik kartu ulang tahun bergambar bunga lily di pojoknya  cantik, bunga yang ku sukai, dan hanya Ryan yang tahu, &#8221; selamat ulang tahun belahan jiwa &#8221; singkat, namun mampu mewakili ribuan kalimat&#8230; aku terharu.  namun ada keperihan yang demikian syarat, aku binggung harus mengatakan apa, aku..ah , Ryan sampai sat ini aku masih suka merinduimu diam diam, mengenangmu dengan seluruh rasa ku, membawamu dalammimpi2ku yang indah, dan&#8230; terkadang pada malam malam yamg demikian senyap aku masih suka menghadirkanmu dalam khayalku, aku minta maaf Ryan&#8230;.. benar benar minta maaf&#8230;.. aku sudah terlanjur berjanji pada Alya&#8230;</p>
<p>Sore yang cerah namun tidak mewakili hatiku, aku dengan Anang separuh jiwaku pergi tengah ada di ambang mimpi yang membawaku pada hari hari yang demikian sunyi, tanpa joke2 segar, tanpa jalan2 bersama menikmati angin laut, tanpa makan bersama semangkuk bakso solo, atau sekedar ngobrol di teras belakang, hilang semua hariku yang demikian menyenangkan. samar ku dengar ketukan di pintu, setengahberlari ku buka pintu, dan seraut wajah demikian cantik, dengan binar mata demikian indah dan rambut ikalnya di ekor kuda nampak legam, senyumkecil nampak ragu menghias bibir mungilnya, aku tahu .. siapa dia meski hanya melihatnya sekali dan dari jauh.. dia Alya&#8230;&#8230; ada apa ini ?</p>
<p>Mbak, Ryan , hanya mencintaimu..? kata bibir mungil itu bergetar. Aku terpana, tak menyangka bahwa itu yang akan keluar dari mulut mungilnya. &#8221; siapa bilang, dia sudah memilihmu, Alya &#8221; sudahlah aku mohon jalani aja perjalanan kalian dengan baik aku gak apa apa khok&#8230; jawabku sedikit bergetar juga menahan perasaan. ah, smoga tuhan menolongku&#8230;lama kami ber cerita, aku tak menduga gadis belia ini mencintai Ryanku sedemikian, dan aku harus bijaksana, aku bisa lebih kuat, aku sudah lebih lama menikmati cinta ryan , biarlah toh sebentar lagi aku akan meninggalkan kota ini untuk menerima beasiswa yang di tawarkan sebuah lembaga pendidikan ke negri  jiran,  sekali lagi sambil menahan untuk tidak mengeluarkan air mata karena aku akan begitu kehilangan ,dan aku tidak tahu harus mulai dari mana untuk melupakan Ryan,  aku berusaha untuk memberikan senyum termanisku buat Al;ya dan kemenangannya mendapakkan hati Ryan&#8230;</p>
<p>Nikmatilah cintamu Alya,nikmati curahan hati Ryanku,&#8230; aku tak akan mati karena itu, hidup akan terus berlanjut. { ini cerita rekaan }</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=106&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/senyuman-untuk-alya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi yang terbaik</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/menjadi-yang-terbaik/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/menjadi-yang-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 08:03:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Mengharapkan untuk menjadi yang terbaik ternyata begitu sullit, rasanya sudah demikian keras aku berusaha untuk bisa menjadi seseorang yang terbaik di mata orang terkasihku namun semakin aku berusaha semakin kecil kemungkinan untuk menjadi seperti itu. Dalam hidup , adalah suatu hal yang akan sangat menyenangkan ketika bisa melakukan sesuatu yang sangat berguna atau sesuatu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=104&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengharapkan untuk menjadi yang terbaik ternyata begitu sullit, rasanya sudah demikian keras aku berusaha untuk bisa menjadi seseorang yang terbaik di mata orang terkasihku namun semakin aku berusaha semakin kecil kemungkinan untuk menjadi seperti itu.</p>
<p>Dalam hidup , adalah suatu hal yang akan sangat menyenangkan ketika bisa melakukan sesuatu yang sangat berguna atau sesuatu yang dapat menyenangkan bagi orang terkasih, namun apa yang aku lakukan  padanya sungguh bukan apa apa seperti yang telah dia lakukan untukku..! aku begitu banyak menyusahkan.. bahkan mungkin sedikit menjengkelkan&#8230;.. barangkali itu yang sekarang ada di pikirannya, apakah dia menyesal telah menemaniku menikmati hari hari bersama, karena kekeras kepalaanku, atau kemanjaanku, atau karena kecrewetanku.? sungguh kadang aku sangat egois hingga tak pernah memberinya kesempatan untuk mengungkapkan , seperti apa keinginannya terhadapku.</p>
<p>Hingga tahun yang ke sekian dari kebersamaan kami kadang ada beberapa hal yang ku pahami tentengnya, tentang pandangannya, tentang kecemburuanya, tentang hal hal kecil menurutku dan besar menurutnya, dan apa iya itu demi rasa sayangnya untukku atausekedar egonya juga sebagai laki laki yang tak pernah mau mengakui bahwa si hawa juga pantas punya pendapat.. punya pandangan, punya cita-cita, bahwa si hawa juga berhak berekspresi!</p>
<p>Tetapi apa iya juga apa yang ada dalam pikranku tentang semua itu bisa di benarkan ?  bisa mendapat pengakuan&#8230; kadang kadang aku binggung juga , padahal keinginanku sederhana  saja yaitu bisa menjadi yang terbaik di matanya.. di mata Allah,  mengingat semuanyaakau butuh teman&#8230;. bicara&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=104&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/menjadi-yang-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulang tahun ku</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/ulang-tahun-ku/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/ulang-tahun-ku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Feb 2010 02:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini sama seperti kemarin&#8230; kemarin&#8230; kemarinya lagi&#8230; sibuk, bangun pagi , beres beres, masak buat anak anak dan keluarga tercita, namun ada sedikit perbedaan dari biasanya, hari ini aku merasa dudah demikian lama hidup namun apa yang sudah aku buat untuk hidupku&#8230;. tiba2 pertanyaan itu menyeruak begitu saja, apa ?// itu karena sepagi ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=102&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini sama seperti kemarin&#8230; kemarin&#8230; kemarinya lagi&#8230; sibuk, bangun pagi , beres beres, masak buat anak anak dan keluarga tercita, namun ada sedikit perbedaan dari biasanya, hari ini aku merasa dudah demikian lama hidup namun apa yang sudah aku buat untuk hidupku&#8230;. tiba2 pertanyaan itu menyeruak begitu saja, apa ?// itu karena sepagi ini  aku mendapat begitu banyak ucapan ulang tahun dari banyak orang, temen2 tersayang adikku, kakakku, bahkan tadi pagi2 sekali ibuku sudah menelponku hanya untuk mengucapkan &#8221; selamat ulang tahun anakkku dan doa panjang yag tak pernah berhenti Ibu panjatkan  sepanjang waktunya, untukku dan untuk semua putra putrinya &#8220;.</p>
<p>Hari ini aku merasa begitu terharu,&#8230; sedih&#8230;, dan bersyukur karena Allah masih memberiku kesempatan  untuk menghirup udara pagi, memberiku kesempatan untuk berada di antara orang2 yang saling menyayangi, mengasihi, juga berada dalam hidup yang penuh limpahan rejeki, anak2 yang sehat&#8230; juga ada suamiku yang begitu mencintaiku. namun apa yang sudah aku lakukan buat mereka semua..?</p>
<p>Hari ini ketika ulang tahunku, ada pada angka yang sudah tidak sedikit lagi.. ternyata aku belum melakukan apa apa, yang bisa membuat orang lain bangga padaku,&#8230; apa aku masih di beri kesempatan ?&#8230;.pertanyaan itu mengelitikku sepanjang hari ini&#8230;. sementara waktu terus merambat naik untuk mencetak hari yang lain, dari mana aku harus mulai&#8230;? apakah ini sudah terlambat buatku&#8230;?</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=102&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/28/ulang-tahun-ku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diantara bintang</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/24/diantara-bintang/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/24/diantara-bintang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 07:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Diantara bintang aku lihat senyummu, terang menyentuh rinduku, mengurai porandakan imajiku. Diantara bintang aku juga lihat dukamu , menusuk perih dalam jiwaku uluran anganku ak kau sambut&#8230; bagaimana bisa aku mungusap duka itu. Diantara bintang aku aku juga lihat harapmu, meringkuk kaku karena belenggu. bagaimana aku bisa rengkuh kamu jika awan melindungimu. Diantara bintang aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=100&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diantara bintang aku lihat senyummu, terang menyentuh rinduku, mengurai porandakan imajiku.</p>
<p>Diantara bintang aku juga lihat dukamu , menusuk perih dalam jiwaku uluran anganku ak kau sambut&#8230; bagaimana bisa aku mungusap duka itu.</p>
<p>Diantara bintang aku aku juga lihat harapmu, meringkuk kaku karena belenggu. bagaimana aku bisa rengkuh kamu jika awan melindungimu.</p>
<p>Diantara bintang aku juga lihat matamu.., redup&#8230;.tanpa nyalka seperti dulu. bagaimna bisa aku kirim bara ke sana , jika selaput mendung tak kau sapu. Diantara bintang aku lihat semua adamu, yang penuh ribuan kabut&#8230;. jutaan kalut. bagaimana aku bisa menemanimu, jika harapku tak kau jemput.</p>
<p>Diantara bintang aku ingin engkau bersinar seperti dulu&#8230; penuh rindu&#8230;. penuh mimpi&#8230;.. dan penuh harap&#8230;&#8230; Hingga langit nampak penuh cahaya&#8230;&#8230;.. Dan malam senyap dengan  Doa. (untuk adikku tercinta )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=100&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/24/diantara-bintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bulan</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/23/bulan/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/23/bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 17:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Melingkar bulan dalam tabir , menungguku mencium wangi malam dengan harapan Ketika aku mulai Berani lagi menyebut NamaMu dengan bibir bergetar.. &#160;serasa bulan semaklin kecil meringkuk dalam pelukan bintang bintang&#8230;&#160; Aku yang selalu mengadu ketika terjatuh&#8230;. menangis ketika teriris&#8230;&#8230; adakah bulan itu juga tahu, atau juga begitu&#8230;&#8230; Bulan itu.. masih tetap milikmu&#8230; sama , seperti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=97&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melingkar bulan dalam tabir , menungguku mencium wangi malam dengan harapan</p>
<p>Ketika aku mulai Berani lagi menyebut NamaMu dengan bibir bergetar..</p>
<p>&nbsp;serasa bulan semaklin kecil meringkuk dalam pelukan bintang bintang&#8230;&nbsp;</p>
<p>Aku yang selalu mengadu ketika terjatuh&#8230;. menangis ketika teriris&#8230;&#8230; adakah bulan itu juga tahu, atau juga begitu&#8230;&#8230;</p>
<p>Bulan itu.. masih tetap milikmu&#8230; sama , seperti aku yang juga selalu jadi milikmu&#8230;</p>
<p>Hingga nanti&#8230; Ketika bulan tak sudi lagi meringkuk , pun tetap akan jadi milikMu</p>
<p></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=97&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/23/bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ketika aku mau</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/23/ketika-aku-mau/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/23/ketika-aku-mau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 17:06:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Dalam hidup yang sudah ku lalui selian angka hingga pada anggak dengan kepala 4 serasa apa yang ada dalam hatiku masih terasa sangat menggebu dalam menanggapi segala sesuatu yang nampak di depan mata atau yang terasa bergetar dalam jiwa yang jauh tersembunyi,apakah ini normal atau tidak kadang aku bertanya juga  dalam sebuah perenungan singkat ketika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=93&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam hidup yang sudah ku lalui selian angka hingga pada anggak dengan kepala 4 serasa apa yang ada dalam hatiku masih terasa sangat menggebu dalam menanggapi segala sesuatu yang nampak di depan mata atau yang terasa bergetar dalam jiwa yang jauh tersembunyi,apakah ini normal atau tidak kadang aku bertanya juga  dalam sebuah perenungan singkat ketika apa yang menggebu itu sempat membuat seseorang merasa terusik , atau tersentil harga dirinya. Namun yang jelas tak terbesit sedikitpun apa yang ku mau itu sengaja untuk membuat seseorang tersinggung , semua yang ku mau sebenarnya hanya karena aku tak tahan sekali lagi sama sekali tak tahan melihat apa yang di depan mata tidak sesuai dengan apa yang seharusnya, hal hal kecil yang bagi orang lain bukan merupakan masalah , bagiku bisa menjadi hal yang ku rasa sangat besar jika sudah menyangkut kesengsaraan atau setidaknya hal yang membuat orang susah makin menjadi susah. tetapi kadang tindakanku , kemauanku justru  makin menyusahkan , tapi tentu saja bukan untuk orang yang susah tersebut namun justru berbalik ke padaku , bukan susah yang sama  sebenarnya tetapi lebih opad tingkat sakit hati. lucu juga bukankan apa yang ku mau sudah ku dapatkan, melihat orang yang susah sedikit bisa tersenyum ,namun kalau di pikir sakit hatiku adalah apa yang ku pilih selebihnya adalah tetap karena ada orang yang tidak punya nurani yang ku temui dan menggunakan kekuasaan atau rejeki dari tuhan hanya untuk dirinya sendiri. Aku harap siapapun yangmembaca ini tidak binggung atau berkomentar banyak , apapun.. iiyang ini adalah mauku.. Ok/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=93&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/02/23/ketika-aku-mau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>seikat lily untuk hatiku</title>
		<link>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/01/15/seikat-lily-untuk-hatiku/</link>
		<comments>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/01/15/seikat-lily-untuk-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jan 2010 09:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mamanyalintang</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mamanyalintang.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Samar samar, masih kudengar penggalan syair lagu yan demikian menyentuh kalbu, lagu dari PADI kasih tak sampai, tetaplah menadi bintang din langit&#8230; agar aku &#8230;&#8230; ah bagaimana bunyi syair keseluruhan tak mampu ku dengar lagi namun yan  jelas lagu itu begitu ku sukai syairnya iramanya juga gak elek elek amat, lambat laun sama sekali tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=90&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Samar samar, masih kudengar penggalan syair lagu yan demikian menyentuh kalbu, lagu dari PADI kasih tak sampai, tetaplah menadi bintang din langit&#8230; agar aku &#8230;&#8230; ah bagaimana bunyi syair keseluruhan tak mampu ku dengar lagi namun yan  jelas lagu itu begitu ku sukai syairnya iramanya juga gak elek elek amat, lambat laun sama sekali tak kudengar lagi suara itu tertutup suara derak dari atap yan tertimpa tumpahan air langit&#8230; yang makin lama makin keras , karena sudah demikian derasnya, di seling dengan suara guntur dan kilatan cahaya kilat yang tak henti hentinya, pagi yang sungguh membuat sebagian orang engan beraktifitas, kecuali aku apapun keadaan cuaca tetap mengharuskan aku untuk  melakukan pekerjaan ini jika tidak ingin kelaparan seluruh keluargaku, aku sadar diri karena nasip keluarga ini  sepenuhnya bargantung dari rajin tidaknya tanganku bekerja, bagaimana tidak di rumah ini tinggal aku yang bisa di andalkan setelah kematian Abi, dua adikku masih terlalu kecil untuk mengerti bahwa rejeki harus di cari, sedang Umiku , aku sudah tak tega melihatnya bekerja keras, beliau sudah harusnya istirahat ,karena tempaan hidup yan demikian berat membuatnya nampak sudah demikian tua melebihi usia yang sebenarnya. Hujan masih deras mengguyur bumi dan pagi ini aku harus mengantarkan pesanan kue ini ke kantor dinas pariwisata daerah untuk jaminan rapat atau apalah  aku tidak begitu tahu yang jelas kantor telah mengorder  tujuh puluh lima kotak kue, yang  masing masing kotak berisi tiga macam kue , dan kotak nasi dalam jumlah yang sama, persiapanku hampir selesai ketika umi masuk ke ruangan ini tempatku menata pesanan kantor itu, Umi masuk membawa secarik kertas yan nampaknya sepucuk surat. tanpa berkata beliau menyerahkannya padaku, &#8220;dari siapa ?&#8217; Umi tak menawab namun ada sesungging senyum penuharti arti, &#8221; bacalah setelah kamu antar semuanya &#8221; kata beliau setelah menatapku sekilas dan tahu bahwa ada rasa penasaran yan syarat di mataku. Aku mengangguk., kuambil payung yang ada di balik pintu  terantung pada sebatang paku hias souvenir pernikahan salah satu sepupuku, bergegas aku memasukkan semua pesanan kue dan nasi kotak kedalam mobil pick up yang bagian belakang sudah tertutup terpal lumayan untuk melindungi pesanan yang sudah ku kemas demikian rapi dalam wadah plastik dengan warna menarik,&#8230; aku mengantarkan pesanan dengan di antar pak maman tentanga sebelah yang selalu membantuku jika ada pesanan seperti ini mobil yang ku gunakan ini uga ku peroleh dari hasil pekerjaanku dengan cara mengambil pinjaman Kredit lunak dari sebuah Bank pemerintah, lumayan ini sangat membantuku mengembankan usaha, selain pak Maman ada beberapa oran lagi yang membantuku satu orang saudara sepupuku dan seoran tetangga, mereka berdua adalah tenaga di dapur yang bertugas membantu menyiapkan embuatan kue atau masakan sesuai pesanan, pada bulan bulan tertentu adalah hari yan ramai presanan oran yang membantu pekeraan ini aku tambah. Mobil mulai bergerak meninggalkan rumah menuju kantor dinas itu dan huan sepertinya mulai berkuran derasnya tingal satu dua tetes tetes air yang menetes, ku tatap langit yang nampak masih menyimpan ribuan kubik air yan belum tuntas tertumpahkan ke bumi ini,aku menghela nafas&#8230; kenapa musim huan ini nampak demikian lama berakhir&#8230;, dan akhir bulan ini aku sudah harus menyelesaikan salah satu hal yang sangat penting dalam hidupku, kalo huan terus pasti ini akan cukup mengganggu, teringat masalah pekeraanku aku teringat akan sepucuk surat yan di berikan Umi tadi , surat dari siapa yaa&#8230;? Menyesal aku tidak melirik alamat pengirimnya tadi, ahbiarlah aku tak akan memikirkannya, yang pentin pekeraan ini selesai dulu, samar samar gerbang kantor itu sudah nampak di depan mata. Akhirnya selesai jua tugasku hari ini ketika pak Maman memasukkan mobil ke halaman rumah. baai berlari aku masuk kamar dan mencari selembar benda tipis berwarna putih yang tadi ku letakkan di atas meja rias, ku lirik alamat pengirim, Jo0gya&#8230;&#8230; hm&#8230;. sebelum ku buka aku mencoba bersikap tenang , karena sudah lama sekali aku melupakan surat suratan sejak saat itu, aku &#8230;. ku putar kembali MP3 yang memuat lagu hasil downloud dari internet tentu saja lagu yang aku sukai semuanya. sambil merebahkan pungung ke sandaran kursi di sisi tempat tidur ku buka amplop tanpa nama pengirim , hanya alamat. dan secarik kertas putih bersih yang di pojok atasnya terdapat gambar bungga lily putih kesukaanku cantik sekali dan mataku menelusuri tulisan rapi yang ada di situ tulisan yang membuat jantungku mau meloncat keluar, tulisan yang bertahun tahun lalu begitu ku kenal perhurufnya&#8230;&#8230;sekelebat bayangan , mata elang sorot mata tajam menusuk , dan senyum yang demikian dingin, ahh nama itu , yang selalu membuatku  kehilangan keseimbangan jika mengucapkannya, kenapa sekarang muncul lagi dalam kehidupanku&#8230;&#8230;..(bersambung)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/mamanyalintang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/mamanyalintang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/mamanyalintang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/mamanyalintang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/mamanyalintang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/mamanyalintang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/mamanyalintang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/mamanyalintang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/mamanyalintang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/mamanyalintang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/mamanyalintang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/mamanyalintang.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/mamanyalintang.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/mamanyalintang.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=mamanyalintang.wordpress.com&amp;blog=9586342&amp;post=90&amp;subd=mamanyalintang&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mamanyalintang.wordpress.com/2010/01/15/seikat-lily-untuk-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f8bc5bb3f22557c1a7170342720ddead?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ieda</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
