Janji

Menatap dengan pandangan sayu mengharap, melihatnya sedikit ada perasaan tidak tega menghampiriku, Ah, kenapa aku harus berjumpa dengan Dia dalam situasi yang tidak tepat. Kenapa tadi harus aku lewati jalan ini ,kenapa tadi tidak kuambil jalan memutar ketika aku menuju  jalan pulang, barangkali ini kebetulan atau Dia sengaja menghadangku di sini.

Badai, tunggu..! ijinkan satu kali saja aku mendengar dengan jelas apa yang terjadi”, katanya begitu lembut mendayu mengikutiku hingga aku sudah memasuki rumahku, istanaku dengan seorang permaisuri dan dua pangeran kecil sudah menugguku.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.