Menatap dengan pandangan sayu mengharap, melihatnya sedikit ada perasaan tidak tega menghampiriku, Ah, kenapa aku harus berjumpa dengan Dia dalam situasi yang tidak tepat. Kenapa tadi harus aku lewati jalan ini ,kenapa tadi tidak kuambil jalan memutar ketika aku menuju jalan pulang, barangkali ini kebetulan atau Dia sengaja menghadangku di sini.
Badai, tunggu..! ijinkan satu kali saja aku mendengar dengan jelas apa yang terjadi”, katanya begitu lembut mendayu mengikutiku hingga aku sudah memasuki rumahku, istanaku dengan seorang permaisuri dan dua pangeran kecil sudah menugguku.