Kepergian Lina

Merinduimu adakah yang salah, mengenangmu adakah ini juga salah, Lin… seperti sudah demikian lama….kamu jauh dari hidupku, seperti sudah ribuan tahun aku tak mendengar derai tawamu yang lepas tanpa beban, benarkah sudah demikian lama ?

February, hari ini angka ke 28, berarti masih ada dalam hitungan hari Lina pergi ke tempat yang begitu jauh, kenapa engkau tetap pergi meninggalkan cerita ini menggantung, sungguh Lin… kamu katakan kamu mengasihiku… ! apa karena ayah bundamu yang sengaja menjauhkanmu dari ku ?

” Lin, Batam kan jauh sekali ?” kataku saat itu dan kamu hanya tersenyum samar mendengar keluhku yang nampak putus asa, Saat itu sore nampak mulai membayang dan kita baru saja selesai dari mengikuti kursus bahasa  Jepang disebuah lembaga pendidikan yang ada di sepanjang jaksa agung suprapto. Lina berjalan perlahan di sebelahku dan nampak sedikit tertinggal dari langkah kakiku yang sedikit lebih lebar, dan ketika aku menyadarinya aku perlambat ayunanku, menunggunya bisa berjalan seiring denganku. keterdiaman yang kelu mengiring perjalanan kami hingga ke ujung cokro, ketika tanpa sadar aku berpaling dari pandanganku menatapnya sekilas aku tahu ada keresahan yang sama di dalam mata bening itu, keresahan yang sama dengan yang ku rasa.

Hampir lima tahun kita berdua saling mengasihi, saling mengisi, dan saling memperhatikan, aku menemukannya sejak dia duduk di bangku SMP , ku lihat dia gadis yang berparas manis,dengan hidung yang nampak tidak terlalu mancung  dan mata yang sedikit lebih sipit , pandangan matanya yang nampak manja dan ceria menutupi bagian lain yang biasa biasa , hingga menjadi demikian manis dan sedap di pandang, aku jatuh cinta… haa….Dari perkenalan pertama aku tahu bahwa dia putri seorang yang cukup punya kedududukan, namun sama sekali dia tidak nampak membanggakan kedudukan orang tuanya, namun anggapan itu tidak berlaku untuk ayah ibunya, terutama ayahnya, yang jelas2 nampak tidak menyukaiku, barangkali karena orang tuaku ,yang kebetulah satu korp dengan orang tuanya punya kursi yang lebih rendah. dasar , aku yang tak tahu diri atau karena aku terlanjur menyukainya sehingga aku membutakan mata dan menulikan telinga menemukan sikap yang tak bersahabat itu, yang penting bagiku adalah karena Lina sendiri nampak tidak keberatan dengan kasih sayangku, dan ketika tiba2 ayahnya menutuskan untuk mengirim Lina ke Batam tinggal bersama kerabatnya , aku benar2 ling-lung dan sakit hati memendam rindu.

Hari ini LIn, Aku mulai belajar melupakanmu, dengan cara belajar keras mempersingkat waktu kursusku hingga aku bisa cepat dapat pekerjaan, biarlah untuk kuliah nanti kalau aku  sudah bisa membiayai kuliahku sendiri dan  aku akan mengejar ketinggalanku, yang penting bagiku saat ini adalah melupakanmu, Namun LIn…. ketika aku hampir dapat menyimpan semua kangenku padamu kenapa engkau datang lewat tulisan yang mengatakan bahwa kamu masih juga belum bisa mengalihkan hatimu.

Pada saat bersamaan , dengan ku peroleh pekerjaan kecil, aku tak peduli itu bagiku yang penting aku nampak sibuk dan punya pengalaman kerja, aku mengenal sosok Lury, dia cantik, pinter, terpelajar dan yang penting Lin orang tuanya menerimaku menjadi teman anaknya, aku suka pada Lury sebatas suka tak kan pernah sama porsinya dengan sayang aku padamu namun cukkuplah dia bisa mengalihkan duniaku yang hampir tanpa harapan apa apa, terutama dukungan orang tua Lury yang terus mendorongku untuk mencari pangalaman yang sebanyak2nya dulu, benar2 memikirkan masa depan untukku, aku sungguh sangat menghargai itu, tak terasa hubungan dekatku dengan ayah Lury di kantor terbawa sampai kepergaulanku dengan isi keluarga Lury, sungguh aku mengangap keluarga itu bagian keluargaku, dasn aku terpacu untuk terus maju, dengan sesekali masih memikirkanmu LIN…. salah yaa,, ?

Dan, setelah semua tertata demikian rapi, hari ini …. Kamu mengatakan padaku Lin .. kamu akan pulang….. apakah aku senang…? atau haruskah aku bersedih ? Lin, Lury, dari pandangan matanya aku tahu bahwa dia sangat berharap lebih dari hubungan ini, hubungan keluarga yang ku sinyalkan padanya tak menyurutkan keinginannya untuk tetap mengasihiku,dan aku …. tak tega rasanya mengesampingkannya lagi setelah kedatanganmu ,… ini sungguh tak adil baginya Lin,… dia membantuku, melupakankesedihanku kehilanganmu dengan kemanjaannya yang lain…. ahh….

Hingga pada akhirnya keputusan harus kuambil, sedalam apa rasa kangen ini padamu, sungguh Lin bagiku kamu adalah separuh jantungku , namun aku juga tak berhak melukai gadis sebaik Lury…. aku putuskan untuk menerima tawaran kerja kontrak di jepang bersama kakakku, dan aku harus berani meninggalkan dua hati yang sama sama aku kasihi dengan porsi yang berbeda, maafkan aku,Andai sat itu kamu gak pergi Lin., Lury tak akan ada dalam hidupku. {cerita yang ku dengar kemudian Linalah yang berhasil mendampinginya ,}

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.