Kenapa kamu menatapku seperti itu “, aku sedikit salah tingakah dengan tatapan yang demikian menusuk , aku tak menduga bahwa apa yang kukatakan akan membuatnya menatapku seperti itu, tatapan yang seakan akan ingin menelanku, tatapan yang penuh dengan kemarahan Kalau saja tadi aku bisa menahan diri untuk tidak membicarakan masalah ini mungkin saat ini kita masih bisa menikmati sore yang menyenangkan, sore yang penuh cerita menyenangkan tentang hari hari yang kamu lalui sepanjang pagi hingga petang saat kamu tidak ada di sisiku,Namun segala sesuatu tidak bisa di putar ulang , kata itu sudah terlanjur aku ucapkan kata yang tak ku duga akan melukai hatimu, dan mengusik masa lalumu, aku minta maaf…..Sesungguhnya aku tak menduga bahwa pertemuanku dengan seorang teman lama yang bertahun tahun tak ketemu akan menyebabkan semua ini, temanku membawa kabar tentang seseorang yang duluu sekali pernah mengisi hari hariku dengan aneka warna keceriaan, bermacam macam harapan , dan berbagai persoalan sekali gus. terus terang aku pernah begitu berharap padanya, pernah begitu mengasihinya dengan seluruh rasa yang ku miliki….temenku membawa cerita tentangnya yang sudah lama tersimpan rapi tak terusik ada dalam lipatan kenangan masa lalu, dan sunguh aku sama sekali tak menduga itu akan terbuka lagi setelah sekian lama aku melupakan dan ada bersamamu memulai hidupku yang benar benar penuh suka cita. Cerita tentangnya , Dia yang kini tinggal ratusan kilometer dariku sepulang dari kembaranya , telah pula memiliki kehidupan sendiri dengan orang lain yang sama sekali tak kukenal, bukan orang yag dulu merusak seluruh rencana indahku dengannya. orang yang ini adalah seorang yang usianya jauh di atas usiaku…, dan cerita yag terbawa adalah bahwa dia sama sekali merasa tidak bahagia bersamanya karena berbagai macam alasan, dan dia menyesal telah meninggalkanku,dan melukaiku sedemikian dalam.., Ah kenapa harus kudengar ini setelah sekian lama,, ketika aku sudah memiliki kehidupan yang baru dan sama sekali tak berhubungan dengannya, seperti membuka luka lama…. aku mengingatnya kembali , namun untuk apa…. sekedar mengingat…bagaimanapun dia pernah mengisi hidupku, menorehkan berjuta warna sekaligus meninggalkan rasa sakit. Tetapi denganmu…. aku adalah ratu tanpa mahkota yang selalu bertakhta di hatimu itu cukup…. karena kesabaran, ketulusan dan pengertianmu aku memilih untuk menikmati seluruh sisa hidupku di sampingmu. Tetapi kini kenapa kamu tidak lagi mempercayaiku hanya karena aklu mengatakan bahwa dia datang dan ingin bertemu denganku.., kenapa tidak engkau dengar seluruh ceritaku terlebih du lu. Cinta…. apapun ku harap kamu tidak memarahinya atau marah padaku kerena sesungguhnya dia hanya masa lalu, dan tidak akan pernah menjadi masa depan, dia hanya seseorang yang pernah lewat dan singgah sebentar dalam hidupku. Kini seluruh ruang di hatiku tak tersisa sedikitpun untuk yang lain selain kamu… bagaimana mungkin…ku mohon jangan marah….. jangan memandangku seperti itu. Sore terus beranjak suara binatang malam mulai bernyanyi dan bintang di atas langit juga mulai berkelip seolah mengajakku untuk menari menikmati malam yang demikian tenang dan indah. dengan ketenangan yang luar biasa kamu mengngenggam tanganku memasuki resto sederhana yang kupilih untuk menjamu dia yang baru datang , seperti mendapat kekuatan yang berlaksa laksa akhirnya aku pun mampu memasuki ruang yag tertata begitu rapi dan cukup menyegarkan mata sederhana dan klasik cahaya lampu dari tiap sudut ruang mampu menerangi seluruh ruang dengan baik, di sisi kanan dan kiri dindingnya terpasang beberapa lukisan dari pelukis lokal yang cukup serasi dengan warna cat yang ada, aku memilih meja di ujung belakang agak terlindung dari pengujung lain karena terhalang sebuah pot besar dengan gelombang cinta bertenger megah hampir setingi tubuhku karena potnya bertumpu pada sebuah meja kecil, sebuah kursi di tarik untukku.., tamuku ternyata belum hadir jadi masih ada kesempatan bagiku unuk menata perasaan, Akhirnya… setelah sekian tahun aku akan menemuinya lagi, ku rasa ada sedikit perasaan gugup dalam hatiku dan karena kekuatan yang kamu alirkan lewat pandangan matamu aku merasa lebih baik, Akhirnya kamu mau mengijinkanku menemuinya setelah aku jelaskan bahwa tidak akan merubah apa apa walau aku ketemu dengannya. waktu terasa merambat demikian lambat, seperti apa dia.. apa yang harus aku katakan pertama kali, bagaimana jika tiba tiba aku ….. ahc….tanganku terasa begitu dingin… Akhirnya jam 7.30 dia kulihat memasuki ruang ini dan…. sungguh tak banya yang berubah dari penampilanya, terbukti dapat dengan mudah ku kenali dia saa baru masuk. tiba2 jantungku berdetak demikian cepat… inikah orang yang duku begitu aku harap, yang dulu begitu aku cinta, yang dulu begitu membuatku sakit hati dan tak dapat mempercayai seorang laki2pun dalan jangka begitu lama, hingga kedatanganmu, aku menyerah ternyata masih ada orang yang begitu mengasihiku apa adanya. dengan langkahyang masih begitu ku kenal dia memasuki dan mendekati meja di mana kami berdua telah duduk lebih dulu.. kami berdua berdiri untuk menyambut tamu yang sempat mebuatmu begitu cemburu beberapa hari ini. Dia datang sendiri tanpa istrinya, aku menyambut uluran tangannya terasa begitu dingin dan aku masih gemetar , beberapa saat aku biarkan tanganku ada dalam genggamannya ,dan buru buru aku tarik ketika aku menyadari ada orang lain . Dalam cahaya lampu nampak dia demikian kurus , dan dalam sorot mata itu ku lihat kelelahan yang syarat, inikah orang itu… yang dulu dengan mudah meninggalkan aku karena alasan yang di cari cari. badai apa yang membuatnya nampak demikian tidak bahagia…, ach itu bukan urusanku lagi dia hanya masa lalu, dan kamu yang di sebelahku saat ini yang begitu mengasihikulah yang harus aku perhatikan perasaannya bukan dia yang bukan siapa siapaku. setelah duduk dan berbasa basi sebentar akhirnya dia minta ijin padamu untuk bisa bicara berdua denganku, aku menolak tapi kamu mengijikanku tanpa kemarahan, tanpa kecurigaan, nampaknya kamu begitu mamahaminya,perasaannya. ” Aku minta maaf atas apa yang aku lakukan puluhan tahun yang lalu ” suara itu nampak begitu tertekan. ” aku sudah memaafkanmu sejak dulu tanpa kau minta ” jawabku agak ketus kerena aku ingat bagaimana dulu dia menghilang begitu saja tanpa mengatakan apapun walau sekedar selamat tinggal. ” kenapa kamu menemuiku lagi. untk apa ?” Sungguh aku hanya ingin minta maaf”, Dan mengalirlah semua cerita tenang hidupnya selama kami tidak bertemu. dalam dia bercerita sesekali aku merasa dia menatapku sedemikian ,seperti dulu… aku tidak boleh larut dalam irama perasaannya, dia bukan lagi untukku . Ternyata kepergianya dulu bukan atas kehendaknya atau kesengajaan untuk meninggakkanku ada beberapa alasan yang baru ku ketahui aku tersentak dan itu membuatku lunglai namun aku tak bisa mundur kebelakang , semua sudah terjadi , kini aku tahu bahwa dia tak seburuk yang ada dalam kenanganku kemarin, Beberapa saat dai menatapku demikian tajam penuh perasaan yang sulit ku terjemahkan apa maknanya yang jelas itu hampir membuatku menangis, cepat2 ku panggil kamu, dan dia pamit mau pulang dan kini mengucapkan selalmat inggal , kamu memelukku keluar sambil mengantarkannya keluar, tiba tiba seperti ada yang terlepas dan hilang dari hidupku aku tidak tahu apakah itu, dan kamu terus membimbingku kembali masuk kedalam untuk menyelesaikan administrasai atas jamuan tadi. Dalam perjalanan pulang tak banyak yang ku katakan dan kamupun tak banyak bertanya tentang isi pembicaraan kami tadi . Cukup aku yang tahu…. bahwa…… namun itu ak akan merubah apapun yang ada di antara kita. Terima kasih cinta kamu kembali ada untukku , untuk menyelesaikan satu episode perjalananku yang tertinggal, reflek aku cium suamiku tercinta dengan seluruh perasanku. Beberapa hari setelah pertemuan kita bertiga aku dapat surat dengan stempel ausy , jauh sekali…. aku tak menyangka itu darinya singkat isinya ” thanks, jika aku pergi lebih jauh lagi aku akan pergi dengan tenang karena kamu ada dalam tangan yang tepat, biarkan aku tetap ada bersembunyi di sudut hatimu” . KUlipat surat pendek itu dan aku taruh sekenanya karena aku tahu kamu tak akan cemburu lagi, aku sudah memutuskan. terma kasih cinta atas pengertianmu sepanjang hidupku.
(ini hanya cerita rekaan dan fiktifku, aku masih belajar jadi mohon bantuannya untuk kasih masukan )
Anank berkata,
Januari 12, 2010 @ 8:46 am
Bagus tulisannya
mamanyalintang berkata,
Januari 15, 2010 @ 8:23 am
siiip mulai bisa membawa perasaan seseoran yaa….
mamanyalintang berkata,
Februari 28, 2010 @ 2:41 am
enggak….. mendengar cerita temen aja…